Manchester United vs Liverpool - 12 September 2015

  • 310 Views
  • Last Post 09 September 2015
admin posted this 09 September 2015 - Last edited 09 September 2015

Prediksi Pertandingan Liga Inggris 12 September 2015


Relakah The Reds Kalah dari The Red Devils?

Jika Louis Van Gaal ingin mengakhiri hujan kritik, maka tidak ada kata lain selain menang telak atas Liverpool pada jadwal bola hari ini, 12 September 2015. Cukup sekali (dalam musim ini) kekalahan memalukan yang terjadi saat Manchester United dikalahkan tim kecil, Swansea City di pekan keempat. Dan, kekalahan ini adalah yang ketiga kalinya yang dialami oleh Manchester United dari The Swans. Tentu, hal ini menjadi pertanyaan banyak pecinta sepakbola. Apakah Manchester United begitu terpuruk sehingga selalu gagal unggul dari tim sekelas Swansea City? Mengapa The Red Devils yang begitu melegenda tidak dapat menang besar di tiga pertandigan jadwal liga inggris sebelumnya?

 


Banyak pihak menyayangkan banyaknya perubahan yang terjadi pada struktur pola serangan MU pasca perginya Sir Alex Ferguson. Yang lebih parah adalah tim ini justru melakukan pembelian secara mendadak saat bursa transfer pemain hendak ditutup. Hal ini menunjukkan bahwa manajerial MU terlihat tak melakukan persiapan secara matang dalam memilih pemain. Baru saja, Louis van Gaal merekrut pemain yang sangat belia, berusia 19 tahun, Anthony Martial dengan harga yang super fantastis untuk ukuran pemain remaja, yakni kurang lebih £36 juta, pas di hari terakhir bursa transfer. Hal ini dibarengi dengan hengkangnya Angel di Maria yang akhirnya pindah ke Paris Saint-Germain, karena dianggap tidak memberikan kontribusi berarti bagi The Red Devils.

Martial diharapkan dapat menjadi partner seniornya, Wayne Rooney, sebagai ujung tombak Manchester United yang dianggap masih tumpul. Martial sendiri belum terlalu dipercaya oleh publik bola Inggris, karena ia adalah pemain yang benar-benar baru. Bahkan, pertandingan persahabatan antara Perancis vs Portugal adalah debut pertamanya di kancah sepakbola internasional.

 


Namun, hal ini dimentahkan oleh Rooney, yang optimis bahwa Martial dapat memberi kontribusi berarti bagi tim. “Saya pernah melihatnya saat ia masih di AS Monaco untuk bertanding melawan Arsenal. Cara ia bermain sangat bagus,” puji Rooney. “Ia memiliki kemampuan lebih bagi remaja seusianya dan tentu ia akan memberi warna baru dan semoga prestasi lebih bagi tim kami.”


Diperkirakan, Manchester United bakal membuktikan bahwa harga mahal Martial akan menyuguhkan pertandingan fenomenal. Lini depan lebih tajam apabila MU menerapkan 4-4-2 ketimbang 4-2-3-1 seperti biasanya. Juan Mata, Ander Herrera, Morgan Schneiderlin, Bastian Schweinsteiger diharapkan dapat menyuplai serangan lebih banyak. Di lini belakang, MU tak pernah ragu menurunkan Matteo Darmian, Chris Smalling, Luke Shaw dan Daley Blind. Tentu, penjaga gawang David de Gea bakal menjadi pilihan utama.


Jika dilihat dari rekor pertandingan keduanya, Manchester jauh lebih unggul. Dari lima pertandingan Liga Utama Inggris yang mempertemukan keduanya sejak 2013, Liverpool hanya menang sekali di Old Trafford dengan skor telak 0-3 saat pertandingan perdana Premier League musim lalu.

 

Manchester United vs Liverpool 0-3 Tahun 2014

 

Bagi manajer Louis Van Gaal, tidak ada pilihan lain selain menurunkan semua pemain inti. Ini bukan hanya pertandingan sarat gengsi, melainkan pertaruhan harga diri. Hal ini juga berlaku bagi para pemain Manchester United, yang mulai terusik eksistensinya. Sang gelandang serang, Juan Mata, mengatakan bahwa ada pelajaran penting yang harus dipelajari dari kekalahan MU dari Swansea City. Mata, yang mencetak gol perdana MU, berharap bahwa ia dan rekan-rekan setimnya selalu waspada saat sudah mencetak satu gol atau sudah memimpin dalam perolehan gol, terutama apabila tim ini sudah diuntungkan dengan menjadi tuan rumah.

“Yang belum kami miliki adalah kemampuan untuk memanfaatkan momen emas dan mempertahankan keunggulan. Hal ini membuat saya terus berpikir mengapa The Swans sampai dapat unggul setelah tertinggal satu gol,” papar Mata, dalam blog pribadinya.

1 Comments
admin posted this 09 September 2015 - Last edited 09 September 2015

Liverpool Rombak Susunan Pemain

Kekalahan telak dari West Ham United pada hasil liga inggris pekan sebelumnya memaksa Brendan Rodgers melakukan perubahan di lini belakang, meski Joe Gomez dan Alberto Moreno serta Martin Skrtel tetap dipertahankan untuk membantu pertahanan gawang yang dijaga oleh Simon Mignolet. Di lini depan, Christian Benteke dan Danny Ings adalah harapan utama The Reds karena Daniel Sturridge dikabarkan tidak dapat memperkuat Liverpool saat timnya bertandang ke stadion Old Trafford di pekan kelima Liga Inggris, 12 September mendatang. Keberangkatan pasukan The Reds ke Old Trafford tentu diharapkan pada formasi lengkap, karena Brendan Rodgers berharap dapat meraih paling tidak satu poin, atau bahkan tiga poin sekaligus untuk mendongkrak posisi mereka di klasemen liga inggris sementara.

 


Mengapa Sturridge? Striker unggulan Liverpool di musim lalu ini dianggap sebagai bintang The Reds yang memberi kontribusi positif untuk tim. Sayangnya, ia sudah lama sekali dibelit cedera, bahkan hingga musim lalu. Meski sudah lama absen, tampaknya cedera panggul yang dideritanya tidak kunjung membaik. Bahkan, ia tak tampak sama sekali saat latihan sehari-hari bersama rekan-rekannya. Pemain Liverpool yang dipastikan absen saat melawan Manchester United adalah Philippe Coutinho. Ia diganjar kartu merah saat mengalahkan West Ham United di pekan keempat Liga Inggris.

 

 

Jangan sampai Old Trafford menjadi stadion angker bagi tuan rumahnya sendiri. Manchester United, akhir-akhir ini memang dihujani kritik pedas sejak tim ini ditangani oleh Louis Van Gaal. Hal ini merupakan hal yang teramat kontras dengan kejayaan Manchester United di era kepemimpinan Sir Alex Ferguson. Hal ini pun diakui oleh Alex, yang baru saja meluncurkan buku berjudul ‘Leading’.

Dalam bukunya, ia mengaku bahwa kedisplinan dan sikap otoriter yang ia aplikasikan adalah kunci dari keberhasilan Manchester United yang berjaya di era 90-an. Dari tangan dinginnya, The Red Devil menjadi juara Liga Inggris sebanyak 13 kali. “Manajer tim sepakbola di Inggris diberi kewenangan penuh untuk membeli pemain dan mengatur apa saja yang berkaitan dengan jalannya pertandingan. Siapapun mereka, menjadi manajer tim sepakbola dengan reputasi bagus harus dimanfaatkan sebaik-baiknya,” salah satu kutipannya dari buku tersebut.

Pecinta Manchester United berharap bahwa tim ini tidak hanya selalu menang dari semua pertandingan dan keluar sebagai juara Liga Utama Inggris musim ini. Namun, MU yang legendaris adalah MU yang selalu menang dengan elegan dan pola permainan para bintangnya yang selalu ditunggu para pecinta bola.